.::SELAMAT DATANG::.

Sabtu, 17 Maret 2012

Data Manipulation Language (DML) pada Oracle


Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa basis data yang berguna untuk melakukan modifikasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Modifikasi data terdiri dari: penambahan (insert), pembaruan (update), penghapusan (delete), seleksi data (selection) dan membuat tabel maya (view).
Penambahan data (Insert) pada sebuah tabel:
Syntax:
INSERT INTO <namaTabel> [(field1, field2, … fieldn)] VALUES <ListValues>
<ListValues> bisa berbentuk nilai tunggal atau berbentuk SQL query. Syarat dari <ListValues>, jumlah, urutan dan jenis datanya harus sama.
Contoh : insert into Mahasiswa (nrp, nama, alamat) values (’5105100234′, ‘Rayna’, ‘Surabaya’);
Pembaruan data (Update) pada sebuah tabel:
Syntax:
UPDATE <NamaTabel> SET <field1>=<nilai1> [,<field2>=<nilai2>, … <fieldn>=<nilain>]
Contoh : update Mahasiswa set nama = ‘Rama’ where nrp = ’5105100234′ ;
Penghapusan data (delete) pada sebuah tabel:
Syntax:
DELETE FROM <NamaTabel> [WHERE <kondisi>]
[Where <kondisi>] sama seperti where yang dipelajari pada SQL.
Contoh : delete from Mahasiswa where nrp = ’5105100234′;

Jumat, 16 Maret 2012

Laporan Awal Implementasi Sistem Informasi Minggu 1

1. Apa definisi Tabungan berdasarkan SKAPI, 1992 ?
2. Apa yang anda ketahui tentang Terapan Komputer Perbankan ?
3. Menurut anda siapa saja yang terlibat dalam sebuah proses kegiatan dalam sebuah Bank ?
4. Sebutkan jenis-jenis Tabungan berdasarkan cara perhitungan bunga ?
5. Berikan salah satu contoh penerapan sistem komputerisasi pada dunia perbankan atau dalam kegiatan Bank ?

Jawaban .

1. simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu; dengan kemajuan teknologi, tabungan pada saat ini dapat ditarik dengan menggunakan kartu bank, ATM, atau melalui telepon.

2. ilmu yang mempelajari lebih mendalam berbagai jenis teknologi informasi yang digunakan di bank.

3. pihak bank, nasabah, pemerintah, kreditur, debitur.

4. deposito, tabanas, taska (tabungan asuransi berjangka).

5. -menghasilkan informasi bagi pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak nasabah bank.
-adanya E-Commerce, maka pelayanan transaksi secara online dapat diterapkan dengan disediakannya ATM kemudian dengan penggunaan internet memudahkan perbankan dalam melakukan pelayanan kepada nasabahnya melalui internet banking dan sms banking.

Jumat, 06 Januari 2012

Siklus Produksi

Apakah yang dimaksud dengan siklus produksi ? siklus profuksi merupakan serangkaian kegiatan usaha untuk mengasilkan produk atau barang secara terus-menerus. Keberadaan system informasi akuntansi sangat penting dalam siklus produksi, dengan system informasi akuntansi membantu menghasilkan informasi biaya yang tepat dan waktu kerja yang jelas untuk dijadikan masukan bagi pembuat keputusan dalam perancanaan produk atau jasa yang dihasilkan, berapa harga produk tersebut, dan bagaimana perencanaan penyerapan dan alokasi sumber daya yang diperlukan, dan yang sangat penting adalah bagaimana merencanakan dan mengendalikan biaya produksiserta evaluasi kinerja terhadap produktifitas yang dihasikan.
Kegiatan Siklus produksi

Peranan akuntan perusahaan dalam kegiatan siklus produksi umumnya berada pada siklus akuntansi biaya, namun peranan lain tetap dituntut kepada mereka untuk saling berkoordinasi dengan siklus lain.



Siklus Produksi Barang
Desain Produk
Desain produk merupakan langkah pertama dalam siklus produksi. Membentuk barang sesuai dengan pesanan serta memiliki syarat-syarat yang telah ditentukan oleh pemesan, misalnya kualitas, ketahanan fungsi, dan dapat meminimalkan biaya produksi. Meski melalui syarat-syarat ini sering menimbulkan kontradiksi dengan bagian lainnya, namun membuat desain produk merupakan tugas yang menantang dan menarik untuk dilakukan.
a. Dokumen, formulir, dan prosedur
Pada kegiatan desain produk, digunakan dokumen yang berkaitan dengan daftar bahan buku yaitu berisi informasi nomor bahan baku, deskripsi, serta jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam satu unit produk. Selanjutnya, digunakan daftar oprasi yang berisikan informasi jumlah tenaga kerja langsung maupun tidak langsung serta penggunaan mesin untuk memproses barang menjadi barang jadi.
b. Peran akutansi
Peranan akutansi dalam kegiatan produksi sangat penting. Paa akuntan dapat mempengaruhi pemakaian biaya produksi serta besarnya keuntungan yang akan diperoleh apabila memproduksi barang tersebut. Namun demikian, informasi yang berasal dari akuntan harus dijadikan alat pengambilan keputusan, terutama untuk mentukan ongkos produksi. Ongkos produksi dapat ditekan misalnya dengan menggunakan jumlah komponen secara bersama-sama kepada produk berbeda berdasarkan rekomendasi dari akuntan.

Perencanaan

Pada siklus produksi langkah perencanaan memiliki peranan penting. Perencanaan melaksanakan langkah-langkah antisipasi untuk memenuhi permintaan barang dalam jangka pendek, terutama permintaan yang mendadak , tapi tidak menggangu persedian barang di gudang. Kegiatan ini juga melakukan analisis bagaimana produksi dapat dilakukan secara efisien untuk memenuhi pesanan yang akan datang.

Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan- penjualan tersebut.
Tujuan utama siklus pendapatan yaitu menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.

Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan

1.Penerimaan pesanan dari para pelanggan
* mengambil pesanan pelanggan
* Persetujuan kredit
* Memeriksa ketersediaan persediaan
* Menjawab permintaan pelanggan

2.Pengiriman barang
* Ambil dan pak pesanan
* Kirim pesanan
* Penagihan dan piutang usaha
* Penagihan
* Pemeliharaan data piutang usaha
* Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan

4.Penagihan kas

Pengendalian : Tujuan, Ancaman, Prosedur

Didalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan berikut ini bisa dicapai :

1. Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
2. Semua transaksi yang dicatat valid (benar2 terjadi)
3. Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
4. Semua transaksi dicatat dengan akurat
5. Asetdijaga dari kehilangan ataupun pencurian
6. Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif
Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan dan Model Data 

SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. 

Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan


1. Data Operasional


Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas-tugas rutin berikut ini :

• Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan 
• Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak 
• Menentukan ketersediaan persediaan 
• Memilih metode untuk mengirim barang 

2. Informasi Sekarang dan Masa Lalu

Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini :

• Menentukan harga produk dan jasa 
• Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi 
• Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan 
• Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek 
• Merencanakan kampanye pemasaran yang baru 

3.Penilaian Kinerja

SIA juga harus menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini :

• Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan 
• Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan 
• Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang 
• Tingkat dan tren kepuasan pelanggan 
• Analisis pangsa pasar dan tren penjualan 
• Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan 
• Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan 
• Keefektifan iklan dan promosi 
• Kinerja staf penjualan 
• Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit 




Senin, 02 Januari 2012

Strategi Membina Hubungan Baik Dengan Pers


Hubungan antara Humas dengan pers cetak, TV maupun radio  sangat erat kaitannya dalam menjalankan tugas memberikan informasi kepada masyarakat, Humas memberikan informasi kepada pers, lalu pers menyalurkan informasi itu kepada masyarakat, pertemuan tanpa direncanakanpun kadang kala sudah inspirasi insan pers untuk dijadikan bahan berita. Oleh karena itu, pihak perusahaan perlu membina hubungan baik dengan pers, antara lain:
·         Memahami dan melayani media
Dengan berbekal semua pengetahuan, maka seorang PR akan mampu menjalin kerja sama dengan pihak media, seorang PR juga akan dapat menciptakan suatu hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.
·         Membangun hubungan sebagai orang yg dapat dipercaya
Seorang PR harus senantiasa siap menyediakan materi-materi yang akurat dimana saja dan kapan saja hal itu dibutuhkan. Hanya dengan cara inilah seorang PR akan dipercaya sebagai sumber informasi yang akurat. Dari hal tersebut maka komunikasi timbal balik yang saling menguntungkan akan lebih mudah diciptakan dan dipelihara.
·         Menyediakan informasi yang baik
Menyediakan hasil foto-foto yang baik, menarik dan jelas. Dengan adanya teknologi pemasukan data langsung melalui komputer (teknologi ini sangat memudahkan koreksi dan penyusunan ulang dari suatu terbitan, seperti siaran berita, penyediaan salinan naskah dan foto-foto yang baik secara cepat menjadi semakin penting).
·         Bekerja sama dalam penyediaan materi
Sebagai contoh, seorang PR dan Jurnalis dapat bekerja sama dalam mempersiapkan sebuah acara wawancara atau temu pers dengan tokoh-tokoh tertentu.
·         Menyediakan fasilitas verifikasi
Seorang PR juga perlu memberi kesempatan kepada para jurnalis untuk melakukan verifikasi (membuktikan kebenaran) atas setiap materi yang mereka terima. Contoh konkretnya, para jurnalis diizinkan untuk langsung melihat fasilitas atau kondisi-kondisi organisasi/perusahaan yang hendak diberitakan.
·         Membangun hubungan personal yang kokoh
Sebuah hubungan personal yang kokoh dan positif hanya akan tercipta serta terpelihara apabila dilandasi oleh keterbukaan, kejujuran, kerja sama, dan sikap saling menghormati profesi masing-masing.

SISTEM FILSAFAT PANCASILA

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta “panca” berarti lima dan “sila” berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 pembukaan UUD’45.
Sila-sila Pancasila merupakan sistem filsafat  yang pada hakikatnya merupakan satu kesatuan organis. Artinya, sila-sila pancasila saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Sistem Filsafat adalah sesuatu yang bulat dan utuh, sistem filsafat pancasila sendiri terdiri dari 3 sistem. Yaitu: sistem Ontologi, sistem Epistimologi dan sistem Aksiologi.
Ontologis Pancasila adalah manusia, Mengapa? Karena, Manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila. Pancasila kesatuan yang utuh yang memiliki sifat kodrat manusia yang monodualis. Dan nilai-nilai Pancasila adalah dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. 
epistimologi mencari hakekat pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Menurut Titus tiga persoalan mendasar dalam epistimologi yaitu :
◦      tentang sumber pengetahuan manusia;
◦      tentang teori kebenaran pengetahuan manusia;
◦      tentang watak pengetahuan manusia.
sumber pengetahuan Pancasila, adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri, dasar-dasar rasional logis Pancasila, yaitu: akal, rasa, dan kehendak manusia kebenaran yang tertinggi. Epistimologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus sifat kodrat manusia  sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Pancasila secara epistimologis adalah dasar moralitas bangsa dalam membangun sains dan teknologi.
aksiologi adalah nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. Bangsa Indonesia yang berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan yang berkeadilan sosial. Sebagai pendukung nilai, bangsa Indonesia itulah yang menghargai, mengakui, menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. Menggejala dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan menusia dan bangsa Indonesia, Bangsa Indonesia mengemban sikap, tingkah laku dan perbuatan manusia Indonesia.

Susunan Pancasila yang bulat dan utuh, ialah:
·         Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, melandasi, mendasari dan menjiwai sila kemanusiaan yang adil dan beradap, sila persatuan Indonesia, sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
·         Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap, dilandasi, didasari, dijiwai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dan melandasi, mendasari dan menjiwai sila persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
·         Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, dilandasi, didasari, dijiwai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila kemanusiaan yang adil dan beradap, dan melandasi, mendasar, menjiwai sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan perwakilan dan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
·         Sila Kempat, Kerakyatan Ynag Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, dilandasi, didasari, dijiwai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila persatuan Indonesia, dan melandasi, mendasari, menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
·         Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dilandasi, didasari, dijiwai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila kemanusiaan yang adil dan beradap, sila persatuan Indonesia dan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.




Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka 
A. Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari Kata Yunani Idein artinya melihat dan logia yang berarti kata, ajaran. Ideologi secara praktis diartikan sebagai sistem dasar seseorang tentang nilai- nilai dan tujuan- tujuan serta sarana- sarana pokok untuk mencapainya.
Jika diterapkan untuk negara, maka ideologi diartikan sebagai kesatuan gagasan- gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, sosial maupun dalam kehidupan bernegara.
B. Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila dilihat dari sifat- sifat dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Pancasila Sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi- dimensi idealitas, normatif dan realitas. Rumusan- rumusan pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat umum, universal, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUd 1945.
C. Pancasila Sebagai Ideologi Negara
1.      Pengertian Idiologi: berbicara tentang ilmu yang mempelajari tentang gagasan
2.      Idiologi adalah rangkaian nilai yang disepakati bersama untuk menjadi landasan atau pedoman dalam mencapai tujuan atau kesejahteraan bersama.
3.      Pancasila sebagai Idiologi terbuka diartikan sebagai idiologi yang dapat mengikuti perkembangan idiologi negara lain yang berbeda
4.      Nilai Pancasila: Nilai dasar (representasi norma masyarakat), Nilai Instrumental (mengikuti perkembangan jaman) Nilai Praktis

D. Ciri Khas Ideologi Terbuka
·         Nilainya tidak dipaksakan dari luar, melainkan kekayaan rohani, moral dan budaya sendiri
·         Konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara melainkan dalam masyarakat sendiri
·         Milik semua masyarakat dan rakyat
·         Ideologi yang bukan saja dibenarkan tapi dibutuhkan
·         Dapat berintegrasi dengan perkembangan zaman  dan adanya dinamika secara internal

v Kesimpulan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, ialah:
Karena, Pancasila merupakan ideologi nasional negara Indonesia. Secara umum ideologi merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh serta sistematis yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan politik, pertahanan, kemanan, sosial, kebudayaan, dan keagamaan.
Makna ideologi di Indonesia tercermin pada falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Karena, Pancasila mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia di yakini paling benar. Pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam pembukaan UUD 1945, walaupun UUD 1945 telah mengalami beberapa kali perubahan (amandemen), Pancasila tetap menduduki posisi sebagai ideologi nasional dalam UUD 1945. 

Perumka menggaet Value Costomer

Perumka menggaet Value Costomer
Bila sudah lama tak naik kereta api (KA), jangan buru-buru berkomentar negative terhadap kondisi mode transportasi (mode of transportasion) yang satu ini. KA yang diunggulkan Soemino adalah keluarga Argo. Dua tahun terakhir, primadona Perumka ini menyumbang keuntungan 53% lebih. Ada empat jenis KA (Eksekutif) Argo yang dioperasikan, yaitu Argo Bromo (Jakarta-Surabaya), Argo Lawu (Jakarta-Solo), Argo Gede (Jakarta-Bandung) dan, terakhir, Argo Muria (Jakarta-Semarang). Sejak diluncurkan akhir 1995 hingga yang terakhir Desember 1997 (Argo Muria), semua laris manis, dengan tingkat isian selalu di atas 70%. Bahkan, Ir. Arief Muzaini, Kasubdit Diversifikasi Usaha Perumka, memastikan, terutama pada Jum’at, Sabtu, dan Minggu, selalu terisi 100%.

Bagi jasa transportasi darat, sesungguhnya data di atas tidak terlalu istimewa. Justru yang istimewa: pengembangan konsep KA Argo yang terencana dan mempertimbangkan potensi pasar. ”Perumka jeli bermain di wilayah stategis, dengan memberikan produk yang seimbang dengan target sasaran,” puji Bambang Bhakti, pengamat pemasaran, dalam berbagai seminar. Yang dimaksud Bambang, khususnya KA Argo Bromo Anggrek. KA jurusan Jakarta-Surabaya ini memang menjadi sangat kompetitif ketimbang pesawat, misalnya, KA Argo Bromo hanya membutuhkan waktu tempuh 89 jam. Meski waktu tempuih pesawat tak sampai dua jam, bila dihitung menyeluruh-dari perjalanan kebandara, chek-in dua jam sebelumnya, serta perjlanan dari bandara ke tempat tujuan-total akan membutuhkan waktu tak jauh berbeda dari waktu tempuh KA Argo Bromo.
Kami memang mempertimbangkan hal itu ” ujar Soemini mantap. Bahkan, ia berani mengatakan, sesungguhnya total waktu KA Argo dan pesawat sama, tetapi total biayanya sangat berbeda.”
Dalam hal ini, Perumka benar-benar mengacu pada kepentingan pasar sasaran. Namun, merealisasi konsep KA Argo juga tak mudah. Kendala Perumka yang paling mendasar: secara organisasi masih dibayang-bayangi masa lalu. Secara bertahap Perumka membuka jalan. Antara lain, mencoba mengklasifikasi pelanggan KA dalam berbagai nilai.
Gateway value, artinya, pelanggan hanya mempertimbangkan fungsi transportasi, tanpa embel-embel prasarat lain.
Competitive value, yang berarti di samping fungsi, pelanggan juga membandingkannya dengan mode transportasi lain
Ultimate value, artinya, pelanggan tidak sekedar menuntut fungsi dan perbandingan, melainkan juga pertimbangan-pertimbangan psikologis yang tidak dapat diukur batasanya-misalnya gengsi, prestise, dan kepuasan.
Pada level ketiga itulah, KA Argo mengisi ceruk pasar.Positioning ini jelas berkait dengan harga. Karena itu, dengan positioning yang sudah jernih, menurut Bambang, manajemen KA Argo tinggal merampungkan system layanan agar tidak hangat-hangat tahi ayam. Kejadian itu ibarat drama berseri yang lazim terjadi pada industri jasa transportasi. Maka Soemino mencegatnya dengan kombinasi penanganan produk dan SDM yang terencana.
Dari segi produk, Perumka tidak main-main. KA Argo Bromo Anggrek memiliki spesifikasi tersendiri didunia transportasi. Contohnya: perjalanannya diatur dengan grafik perjalanan KA (Gapeka) yang tak kenal kemacetan dan cuaca buruk-hujan lebat, kabut maupun asap.
Dari sisi SDM, Mengadakan pelatihan ataupun pengembangan wawasan-termasuk gambaran ke depan mengenai kompetisi dalam era globalisasi.
Sekarang pun, layanan KA Argo secara umum dipuji banyak penumpang. Namun sekali lagi, tak mudah mewujudkan produk jasa tanpa cacat. Akibatnya, seperti banyak dikeluhkan penumpang, sering terasa ada goncangan lateral dalam KA. Apalagi jika dalam kercepatan penuh. Dengan konsep yang makin meluas itu, Soemino mengharapkan ekuitas merek KA Argo semakin tinggi. Karenanya, ia tidak akan meluncurkan KA Arfo baru bila tidak berkualitas sdama atau lebih baik daripada KA Argo sebelumnya.
Mengapa Perumka Sukses DI Tengah Krisis?
Dulu perumka di mata public identik dengan perusahaan ketinggalan zaman, undermanaged, birokratis, dan lamban. Namun yang harus dicatat Perumka sungguh beruntung punya dirut seperti Soemino Eko Saputro, yang sense of business-nya tinggi. Dengan kata lain, KA Argo sukses karena Perumka jeli dalam melihat munculnya pelanggan berorientasi nilai. Dan karena Perumka berusaha membangun diferensiasi yang solid dan sesuai dengan pasar sasarannya. Sehingga, produknya mendapat sambut